Home » » Hubungan Manusia dan Keindahan

Hubungan Manusia dan Keindahan

Nama : Muhamad Rino Permana
Kelas : 1IA17
NPM : 56414997
Ilmu Budaya Dasar


Hubungan Manusia dan Keindahan



1. Makna Keindahan

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya.

2. Makna Renugan

Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diammemikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.Hasil dari merenung juga dapat disebut renungan. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sama lain berbeda, meskipun objek yang direnungkannya sama, lebih pula apabila objek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkannya itu bergantung kepada objek dan subjek.
Setiap kegiatan untuk merenung atau mengevaluasi segenap pengetahuan yang dimiliki dapat disebut berfilsafat. Jadi berfilsafat adalah terjadinya proses pembicaraan, evaluasi dengan hati kita sendiri mengenai suatu peristiwa. Contoh hasil renungan yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan gaya gravitasinya.

3. Makna Keserasian

Keserasian berasal dari kata rasi yang artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Keserasian tak bisa terlepaskan dalam kehidupan manusia. Serasi atau keserasian tak hanya untuk antara manusia dengan manusia. Keserasian bisa juga di tujukan pada manusia dengan alam, manusia dengan mahluk hidup lainya, manusia dengan seni, dll. Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.

4. Makna Kehalusan

Pengertian Kehalusan Dalam percakapan sehari-hari kata, ‘’ kehalusan’’ digunakan untuk menilai sesuatu, utamanya benda dan atau materi lainnya yang dapat dinilai dengan kata kehalusan. pada sisi lain, motif kehalusan dapat pula berkenaan dengan penilaian terhadap tingkah laku, budi pekerti, perbuatan, cara membawa diri, data karma, serta hal atau kondisi yang berkaitan dengan diri pribadi seseorang.
Jika pembahasan tentang kehalusan lebih difokuskan pada masalah keindahan, maka uraiannya terkait dengan aneka ragam bentuk seni.. dalam hal ini hakekat dari keindahan senantiasa didukung oleh kehalusan. Dalam suatu karya seni yang indah, hal itu sangat ditentukan oleh pengamat atau pemerhatian seni.

Kehalusan dalam keindahan seni, keberadaanya berpangkal dari dalam diri, bukan dari luar. Maksudnya seluruh elemen potensial yang terdapat di dalam diri terhimpun menjadi satu, kemudian mencual keluar dan bertumpu pada satu tujuan, digerakkan oleh indera pengamat, penghayatan dan penjiwaan, termasuk indera fisik. Untuk selanjutnya dituangkan ke dalam realita karya seni dengan kelembutan sehinnga menghasilkan suatu bentuk yang halus, membangkitkan rasa keindahan, mempertebal iman dan takwa atas dasar pengakuan terhadap anugerahnya berkenaan dengan kemampuan yang dimiliki dalam kajian pengkaryaan dibidang seni.

Identik dengan hal tersebut, Sapirin (1976.7) menjelaskan bahwa hasil seni yang diwujudkan oleh seorang seniman, biasanya merupakan hasil dari suatu ‘’ilham’’ yang merupakan panggilan terhadap jiwanya. Hasil seni yang baik, tentulah merupakan hasil yang mampu membangkitkan rasa keindahan pada manusia dan mempertebal takwa serta iman kapada tuhan yang maha agung.

Oleh karena itu, hakekat kehalusan dalam suatu karya seni esensinya tak terlepas dari hasil cetusan ilham, panggilan jiwa, terpadu dengan nilai katakwaan dan keimanan sehingga menimbulkan rasa keindahan. Bahkanmungkin hal inilah merupakan salah satu kunci yang menyebabkan suatu hasil karya seni tak mudah dijiplak karena di dalamnya dibuhul dan terikat oleh kuatan-kuatan tertentu yang berfungsi melindungi berbagai elemen yang mendukung unsur kehalusan dari hasil suatu karya seni.

5. Perbedaan Keindahan Subjektif dan Objektif

Ada dua teori tentang keindahan , yaitu yang bersifat subyektif dan obyektif.
-           Keindahan subyektif ialah keindahan yang ada pada mata yang memandang
-          Keindahan obyektif ialah menempatkan keindahan pada benda yang dilihat

Menurut buku Liang Gie, keindahan merupakan cara untuk memberitahu seseorang untuk mengenali apa keindahan itu. Sedangkan teori keindahan yaitu menjelaskan mengapa alesannya dan bagaimana keindahan itu.  Dalam sejarah estetika terdapat 2 keloMenurut buku Liang Gie, keindahan merupakan cara untuk memberitahu seseorang untuk mengenali apa keindahan itu. Sedangkan teori keindahan yaitu menjelaskan mengapa alesannya dan bagaimana keindahan itu.  Dalam sejarah estetika terdapat 2 kelompok teori  yang terkenal, yaitu teori obyektif dan teori subyektif tentang keindahan. Kelompok teori obyektif ini dianut oleh Plato, Hegel, dan Bernard Bosanquet. Sedangkan teori subyektif dianut oleh Henry Home, Edmund Burke dan Earl of Shaftesbury.    
Di dalam teori obyektif berpendapat bahwa keindahan atau cirri-ciri yang menciptakan nilai estetis adalah sifat yang memang telah melekat pada benda indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya . pengamatan seseorang hanyalah menemukan atau menyingkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh untuk mengubahnya. Salah satu yang menjadi persoalan dalam teori ini adalah cirri-ciri khusus manakah yang membuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetis. Sedangkan teori subyektif yaitu ciri-ciri yang menciptakan keindahan pada sesuatu benda sesungguhnya tidak ada. Yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan ini semata-mata tergantung pada pencerapan dari pengamat. Jika dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetis, hal ini diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh suatu pengalaman estetis sebagai tanggapan terhadap benda itu. Contohnya seperti pemandangan alam, pemandangan alam dapat dianggap mempunyai unsur keindahan tidak bersifat subyektif atau menurut standart keindahan dari penilaian tetapi memang pemandangan alam itu memiliki unsure keindahan di dalam dirinya yang mutlak sifatnya.

Obyek atau benda dalam keindahan obyektif adalah suatu benda yang memang memiliki unsure estetika didalamnya dan memaksa pihak subyektif untuk menerima unsur keindahan yang memang dimiliki dari benda tersebut. Keindahan dalam arti seni berbeda dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat obyektif dan dipengaruhi unsur statis. Unsure statis merupakan cirri estetis yang melekat pada bentuk dan warna suatu benda sehingga relative tetap dari masa ke masa dan di semua tempat.

6. Faktor Pendorong Seseorang Menciptakan Keindahan

Keindahan pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan ini cipataan Tuhan. Alamiah aratinya wajar,tidak berlebihan tidak pula kurang.

Tujuan seniman menciptakan keindahan
·         Tata nilai yang usang
·         Kemerosotan zaman
·         Penderitaan manusia
·         Keagungan tuhan

Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan,yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkindisusun tori umum tentang keindahan.
Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda. Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni yersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.

Contoh Cerita Pendek yang Berkaitan dengan Keindahan

Keindahan di Balik Mataku

Aku tidak pernah melihat bulan pada malam hari, matahari pun aku tidak bisa melihatnya. Mungkin cita-citaku adalah ingin melihat cahaya pada pagi hari dan melihat kupu-kupu beterbangan di taman dekat rumahku. Aku memang berbeda dengan tema-temanku, aku penderita tuna netra alias tidak bisa melihat untuk selamanya. Mungkin cita-citaku ini sangat aneh, apa yang aku inginkan adalah kebiasaan yang dilakukan anak normal. Aku tidak mempunyai teman, karena kejadian itu aku selalu mengurungkan diri di kamar pada hari Minggu.

Kejadian itu terjadi disaat aku ingin merasakan sejuknya udara di hari Minggu, di situ aku bertemu dengan anak-anak yang sering bermain di taman itu. Merek mengejukku dengan kata-kata yang menusuk hatiku “Hei, lihat orang itu! Ia buta, ia juga menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan” kata anak itu mengejekku. Aku selalu berdoa untuk diriku sendiri dan mamaku tersayang. Mama jarang sekali ada di rumah, karena kesibukannya ia sangat jarang untuk makan malam bersama di rumah. Papaku sudak meninggal sejak aku lahir, ia meninggal karena terjadi kecelakaan di tempat kerjanya.

Aku sampai lupa memperkenalkan diriku, namaku Vienna Natasya Putri. Aku lahir di daerah Jawa Barat, tepatnya di Bandung. Aku lahir dari keluarga yang cukup dan memiliki rumah di salah satu perumahan di Bandung. “Vienna, mama akan pergi ke Surabaya untuk beberapa hari. Mama janji setelah mama pulang, mama akan mengajak Vienna untuk kontrol ke dokter ya” kata mama di saat makan pagi di meja makan “Apa mama lama untuk pergi ke Surabaya?” tanyaku pada mama dengan serius “Mama di Surabaya sekitar lima harian, jangan kawatirkan mama, kamu di rumah sama Mbok Ijem, ya” jawab mama dengan penuh perhatian. “Aku percaya pada mama, mama cepat pulang ya, karena aku tidak bisa lama-lama untuk berjauhan dengan mama” aku berkata dengan sedikit meneteskan air mata, bertanda tidak ingin mama untuk pergi selama ini. “iya, mama janji akan cepat pulang” jawab mama dengan penuh kepercayaan.

Aku senang dengan perkataan mama tadi “Setelah mama pulang dari Surabaya mama akan mengajakmu kontrol ke dokter” berarti mama akan mengajak ku untuk kontrol mataku ini. Cukup bahagia diriku ini mendengarnya, berarti tidak lama lagi aku akan segera operasi. Lamunanku itu cukup mustahil bagiku, apa mama punya uang yang banyak untuk biaya operasiku, lagi pula mama hanya bilang untuk kontrol ke dokter, apa iya yang dimaksud mama itu dokter mata? Paling juga maksud mama itu dokter umum biasa dan mengotrol keadaanku saja. Itu hanya mimpiku yang tidak akan tercapai untuk selamanya.

Hari-hariku hanya di rumah, aku sekolah di SLB terdekat di rumahku. Hobiku adalah menulis puisi-puisi yang selalu bertema sedih, sedih seperti yang ku alami setiap hariku. Papa, apa papa tidak ingin melihatku. Mengapa papa pergi dulu sebelum aku lahir di dunia ini? Pikiranku melayang di angkasa saat ini, entah mengapa aku selalu seperti. Keinginanku sejak dulu adalah memang ingin bertemu dengan papa. Apa aku harus mati untuk bisa bertemu dengan papa? Anganku sungguh sudah melewati batas.

“Mok Ijem, aku ingin sekali dibuatkan sop dan tempe goreng kesukaanku, serasa sudah satu tahun aku tidak makan itu. Apa Mbok tadi pergi ke pasar untuk membeli sayur? Mbok tidak lupa kan? Kemarin perasaan aku sudah pesan untuk dibuatkan sop” tanyaku pada Mbok Ijem dengan panjang kali lebar “Maaf Mbak Vienna, bukannya saya lupa tapi hari ini Pak Bayu tidak masuk karena sakit, jadinya Mbok tidak pergi” jawab Mbok Ijem dengan nada lirih “Ya sudah, masak seadanya aja, Mbok” kataku dengan penuh kekecewaan.

Dalam hidupku yang seperti aku selalu memiliki imajinasi yang tinggi, dengan mengimajinasikan pohon dengan pikiranku sendiri, bentuk bunga selalu berubah dalam imajinasiku, dan juga wajahku yang aku belum tahu bentuknya. Dengan keterbatasanku yang seperti ini bukan membuatku untuk berhenti bermimpi, aku memiliki sejuta impian yang ada dalam kehidupanku. Tapi, mengapa satu keinginanku ini belum bisa tercapai di kehidupanku.
“Wah! Hujan telah tiba” kataku dengan penuh kebahagiaan. “Aku ingin sekali melihat pelangi, aku ingin melihat itu!” kataku penuh dengan pengharapan. “Ahh, rasanya keinginanku sangat mustahil, tidak mungkin aku akan melihat pelangi dengan mata yang seperti ini” mustahil-mustahil, tidak akan pernah terjadi di kehidupanku.

Di saat mama pergi, aku sering sekali meneleponnya. Di saat itu juga aku sangat merindukannya. Mama pernah berkata padaku “Vienna, kapan kamu mempunyai teman jika kamu seperti ini terus. Apa kau tidak kesepian di saat mama pergi lama keluar kota?” “Mama, Vienna tidak pernah merasa kesepian karena papa selalu ada di samping Vienna, dan juga di saat mama pergi keluar kota ada Mbok Ijem yang setia bercerita tentang pengalamnya di saat muda dulu” jawabku penuh semangat. “Mama hanya kawatir, nanti kamu malah tidak mempunyai teman juga sikapmu seperti ini” “Mama jangan pernah khawatirkan aku, karena aku pasti akan seperti ini untuk selamanya dengan keterbatasanku yang tidak bisa melihat” jawabku dengan tegas. Mama hanya diam dan sedikit melamun, aku tahu sikapku ini tidak baik untuk aku lakukan.

Hujan, aku ingin melihat temanmu yaitu pelangi. Pelangi selalu ada di pikiranku, aku tidak bisa membayangkan warna indahmu di saat kau datang menghiasi langit ini. Pelangi, apa kau ingin melihatku? Apa kau juga tidak bisa melihat sepertiku? Jika kau tidak bisa melihat, kau pasti juga tidak akan bisa melihatku, sama seperti aku tidak bisa melihatmu. Pelangi apa bisa kau mengiasi kamarku ini, aku ingin menghiasi kamarku dengan warna indahmu itu. Pelangi apa kau percaya dengan mimpi? Aku belum tahu percaya atau tidak, yang jelas mimpi ku satu pun tidak ada yang tercapai. Aku khawatir dengan keadaanku yang seperti ini, apa aku gila? Mungkin iya, aku tidak percaya bahwa selama hidupku ini aku bertumpu pada mimpi-mimpiku ini. Hariku telah lewat dengan kesedihan, aku sekalipun tidak pernah melihat apa-apa. Hanya hitam dan putih yang aku lihat. Aku sangat sedih, mengapa dunia ini tidak bisa aku lihat sampai aku mati nanti.

“Mama! Mama sudah pulang!” suaraku yang sedikit menjerit bahagianya. “Iya sayang, mama sudah pulang. Ini mama bawakan oleh-oleh buatmu, Mbok Ijem, dan Pak Bayu” jawab mama yang terliihat sangat capek sekali. “Makasih ya Ma” jawabku sangat bahagia.

Hari ini aku cukup menerima kebahagiaanku. Tapi kata-kata mama sebelum berangkat ke Surabaya itu masih terbayang di benakku. Aku sangat ingin mendengarkan penjelasan dari mama, kemana sebanarnya kita mau kontrol.

“Ma, Vienna boleh tanya?” tanyaku pad mama “Apa Vienna. Kamu mau tanya apa pada mama?” “Ma, apa benar mama akan mengajakku kontrol ke dokter? Terus kita nanti akan ke dokter mana?” “Mama, akan membawamu ke dokter mata untuk memeriksa keadaan matamu itu” “Buat apa Ma? Mataku akan tetap seperti ini, tidak akan bisa melihat apa-apa” “Sayang, mama akan mencoba membuatmu bisa melihat, sebentar lagi kamu akan operasi mata” “Apa mama benar” “Buat apa mama ini bohong, buat apa juga mama ini selalu bekerja keras, hasil kerja mama, mama kumpulkan untuk operasi matamu itu” “Aku sayang mama” “Mama juga sayang Vienna”
Hari ini hari Minggu, mama mengajakku untuk segera kontrol pagi ini. Setelah berkali-kali aku kontrol ke dokter mata. Hari dimana aku akan operasi sudah di tentukan.

Hari ini adalah hari H ku di operasi. Aku sebenarnya sangat takut untuk dioperasi, tapi demi menggapai mimpi-mimpiku aku akan melakukannya. Di ruangan itu sangat ramai, banyak suara-suara orang, para perawat dan para dokter pemeriksa. Dan juga suara mesin-mesin yang membuatku takut.

“Vienna, mama ada di sampingmu” suara mama yang membuatku semakin yakin untuk melewati operasi ini. “Doakan Vienna ya Ma” pintaku pada mama. Mama hanya diam mungkin ia hanya mengangkukan kepala yang tidak bisa ku lihat.

Aku takut, tapi ternyata dokter membiusku. Sehingga aku lama-lama tidur dengan nyenyak. Tak lama aku terbangun dari biusanku itu. Tiba saat pembukaan perban di mataku, aku sangat senang pada hari itu. “Vienna, sebentar lagi kamu bisa melihat dunia ini” kata mama dengan nada lirih. “Di saat pertama kali aku melihat, aku sangat ingin melihat mama” sahutku pada mama. Tiba saat perawat telah memotong perbanku ini, ibu membuka perbanku dengan perlahan dan pasti. Di saat perbanku sudah terbuka, aku melihat sosok wajah yang cantik dan sedikit keibuan. Ya, pasti itu mama. “Mama, apa itu mama Vienna?” tanyaku pada seorang yang ada di hadapanku. “Vienna ini mama”
Ya, tidak menyangka mimpi yang tidak pernah akan terjadi sebelumnya di kehidupanku sekarang menjadi nyata dan ada. Aku bisa melihat suasana di pagi hari, di malam hari aku melihat bulan dan bintang yangmenerangi malam hari itu.

Aku sungguh bangga sebenarnya deengan keadaanku ini.

Aku sudah sekolah di Sekolah Dasar Negeri yang banyak ana-anak normal mungkin semua murid di situ tidak ada yang cacat. Berbeda dengan SLB yang semua muridnya anak-anak yang memiliki kekurangan di fisiknya. Tapi sungguh aku berterima kasih pada Tuhan, Tuhan telah mengobti mataku ini. Terima kasih Tuhan, aku sungguh menyayangi-Mu.
Terima kasih mama, engkau memang malaikatku. Aku sayang mama selamanya. Kini aku bisa melanjutkan mimpi-mimpiku yang tertunda. Aku akan menggapai cita-citaku dan bersekolah setinggi mungkin untuk membantu mama dan membahagiakan mama. Terima kasih mama.

Cerpen Karangan: Meidina Putri Pitaloka


Sumber                :                  
Ø  http://cerpenmu.com/cerpen-keluarga/keindahan-di-balik-mataku.html

-        

0 komentar:

Posting Komentar