Home » » Manusia dan Harapan

Manusia dan Harapan

Nama : M. Rino Permana
Kelas : 1IA17
NPM : 56414997

Manusia dan Harapan



1. Pengertian Harapan

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. [1]Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.[2] Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. [1] Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.[2]
Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.

2. Makna Kepercayaan

Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar, dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang lain yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberi tahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.

3. Nilai-nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan

Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:

a. nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dan lain-lain.

b. nilai kerumah tanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam etiap keluarga.

c. nilai kemandirian kaum wanita
Yaitu, Nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita.

4. Harapan dan Cita – cita

1. Jangka Pendek : Sebagai seorang mahasiswa saya mengharapkan bisa mengikuti kuliah dengan lancer dan bisa mengikuti seluruh kegiatan kampus

2. Jangka Menengah : Setelah lulus dari universitas, saya berkeinginan untuk mulai menerapkan hasil belajar yang saya dapatkan ketika saya kuliah, yaitu dengan bekerja di kantor – kantor yang membutuhkan karyawan dengan bidang yang saya pelajari saat kuliah

3. Jangka Panjang : Seperti kebanyakan orang, saya ingin sukses dan dapat membahagiakan orang tua saya di masa tuanya.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Harapan
https://id.wikipedia.org/wiki/Keyakinan_dan_kepercayaan
http://destri-defafh.blogspot.com/2012/03/makna-kepercayaan.html
http://mariariberu.blogspot.com/2013/01/nilai-nilai-budaya-sebagai-tolak-ukur.html

0 komentar:

Posting Komentar